KUARTAL II 2026, KNKT PERKUAT KESELAMATAN TRANSPORTASI MELALUI KOLABORASI, PENINGKATAN KAPASITAS, DAN MITIGASI RISIKO
JAKARTA – Sepanjang April hingga Juni 2026, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan transportasi melalui berbagai kegiatan di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai forum kerja sama, pelatihan investigator, monitoring lapangan, evaluasi sistem keselamatan, hingga diskusi ilmiah mengenai isu-isu keselamatan transportasi menjadi bagian dari ikhtiar KNKT untuk mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih berkeselamatan dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan Investigator Essential Training Course 2026 hasil kerja sama KNKT dengan Australian Transport Safety Bureau (ATSB). Pelatihan yang diikuti investigator dari seluruh subkomite moda transportasi di KNKT ini membahas penanganan keluarga korban, dokumentasi investigasi, komunikasi media, hingga strategi komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Melalui pelatihan tersebut, KNKT memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar selain mampu melaksanakan investigasi secara profesional, juga mampu menyampaikan hasil investigasi secara transparan dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Masih dalam upaya meningkatkan kualitas investigasi, KNKT turut berpartisipasi pada ICAO–EASA Forum on Safety Investigation di Bali. Forum tersebut mempertemukan berbagai otoritas investigasi keselamatan penerbangan, regulator, serta pelaku industri untuk membahas tantangan investigasi di kawasan Asia Pasifik. Berbagai pembahasan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi investigator, penguatan independensi lembaga investigasi, implementasi rekomendasi keselamatan yang efektif, serta pengembangan kerja sama regional dalam menghadapi kompleksitas dunia penerbangan yang terus berkembang.
Komitmen memperluas kerja sama internasional juga diwujudkan melalui keikutsertaan Ketua KNKT dalam Indonesia - Australia Transport Safety Forum di Canberra, Australia. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman mengenai pengembangan budaya keselamatan, pencegahan kecelakaan, pemanfaatan data keselamatan, serta penguatan sistem investigasi yang independen. Bagi KNKT, kerja sama internasional menjadi salah satu sarana penting untuk memperkaya metodologi investigasi sekaligus membuka peluang pengembangan kapasitas KNKT secara kelembagaan di masa mendatang.
Pada sektor transportasi jalan di kuartal II tahun 2026, KNKT melaksanakan monitoring arus balik Angkutan Lebaran 2026 di berbagai ruas strategis Pulau Jawa. Pemantauan dilakukan pada jalur tol, jalur Pantai Utara, jalur tengah, terminal, hingga sejumlah rest area. Hasil monitoring menunjukkan bahwa secara umum arus balik berlangsung lancar tanpa adanya kejadian yang memenuhi kriteria investigasi KNKT. Meski demikian, KNKT tetap memberikan sejumlah perhatian terhadap peningkatan aspek keselamatan, antara lain perlunya optimalisasi manajemen lalu lintas, peningkatan rambu keselamatan pada ruas tertentu, penyediaan petugas medis di beberapa rest area, serta pengelolaan kapasitas kawasan istirahat agar perjalanan masyarakat tetap berlangsung lancar dan memenuhi aspek keselamatan.
Di samping itu, KNKT menyampaikan hasil evaluasi dan pendampingan peningkatan keselamatan operasional PT Transportasi Jakarta. Review dilakukan terhadap aspek awak kendaraan, lintasan perjalanan, prasarana, hingga pemeliharaan armada, termasuk bus listrik. Evaluasi tersebut menghasilkan berbagai masukan mengenai standardisasi pemeriksaan kesehatan pramudi, pengendalian kelelahan, peningkatan kompetensi pengemudi, penyempurnaan pemetaan risiko lintasan, evaluasi desain halte, hingga penguatan sistem pemeliharaan armada berbasis analisis data. KNKT menilai pengelolaan risiko secara berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan keselamatan layanan angkutan umum.
Perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan juga diwujudkan melalui penyelenggaraan diskusi peningkatan keselamatan sepeda motor bersama Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan Kementerian Perhubungan. Diskusi tersebut mengangkat tingginya angka kecelakaan sepeda motor di Indonesia, khususnya yang melibatkan kelompok usia muda. Selain memaparkan data kecelakaan, forum juga membahas hasil kajian mengenai teknik berkendara pada jalan dengan karakteristik menanjak, menurun, dan bertikungan tajam. KNKT memandang peningkatan keterampilan pengendara, pemeliharaan kendaraan, penyediaan perlengkapan jalan, serta pengembangan teknologi keselamatan perlu dilakukan secara terpadu untuk menekan angka kecelakaan.
Menjelang akhir kuartal, KNKT turut memberikan perhatian terhadap meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia melalui Focus Group Discussion yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam forum tersebut, KNKT menyoroti pentingnya kesiapan sistem keselamatan kendaraan listrik, khususnya terkait penanganan keadaan darurat ketika terjadi kecelakaan maupun kebakaran. KNKT menilai masih diperlukan kejelasan mengenai pihak yang bertindak sebagai first responder, penyusunan pedoman tanggap darurat yang seragam, peningkatan kapasitas personel penyelamat, serta penguatan sarana pendukung keselamatan. Selain itu, KNKT juga menyoroti perlunya penerapan standar internasional seperti ISO 17840 sebagai acuan penyediaan informasi bagi petugas penyelamat ketika menangani kendaraan listrik.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama Kuartal II Tahun 2026 menunjukkan bahwa peningkatan keselamatan transportasi memerlukan pendekatan yang holistik. Penguatan kapasitas investigator, kerja sama internasional, evaluasi sistem operasional, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pengembangan tata kelola keselamatan pada teknologi transportasi baru menjadi bagian dari langkah yang terus didorong KNKT. Melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, lembaga internasional, akademisi, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan, KNKT berharap upaya-upaya tersebut dapat mendukung terwujudnya sistem transportasi nasional yang semakin aman, andal, dan berorientasi pada keselamatan.