GANDENG MIROS DAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN, KNKT SELENGGARAKAN FORUM DISKUSI KESELAMATAN SEPEDA MOTOR
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan perlunya langkah yang lebih terarah untuk meningkatkan keselamatan pengguna sepeda motor di Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Peningkatan Keselamatan Sepeda Motor yang diselenggarakan KNKT di Kantor KNKT, Jakarta, dengan melibatkan unsur Kementerian Perhubungan dan lembaga penelitian keselamatan jalan.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa tingginya jumlah pengguna sepeda motor harus menjadi perhatian bersama karena kelompok pengguna kendaraan roda dua masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
“Indonesia memiliki jumlah sepeda motor yang sangat besar. Kondisi ini menuntut adanya kebijakan dan langkah keselamatan yang lebih kuat agar risiko kecelakaan dan fatalitas dapat ditekan,” ujar Ketua KNKT.
Data yang dipaparkan dalam diskusi menunjukkan bahwa jumlah sepeda motor di Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 145,27 juta unit atau 83,9 persen dari total kendaraan bermotor yang beroperasi. Di Pulau Jawa saja terdapat sekitar 84 juta unit sepeda motor dengan jumlah penduduk sekitar 103 juta jiwa. Besarnya populasi kendaraan roda dua tersebut menjadikan keselamatan sepeda motor sebagai salah satu isu penting dalam keselamatan transportasi jalan.
Data Korlantas Polri menunjukkan tren peningkatan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2020 tercatat 93.845 kecelakaan, sementara pada tahun 2024 jumlahnya meningkat menjadi 142.384 kecelakaan. Pada tahun yang sama, jumlah korban meninggal dunia mencapai 24.123 jiwa, korban luka berat 14.953 orang, dan korban luka ringan mencapai 171.874 orang.
Selain tingginya angka kecelakaan, kelompok usia muda menjadi kelompok yang paling banyak terdampak. Pada tahun 2024, korban kecelakaan terbanyak berasal dari kelompok usia 15–19 tahun sebanyak 38.792 orang dan usia 20–24 tahun sebanyak 32.851 orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan sepeda motor tidak hanya menjadi persoalan keselamatan transportasi, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas generasi usia kerja.
“Angka korban pada kelompok usia muda menunjukkan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan, pelatihan, dan peningkatan kesadaran berkendara yang berkeselamatan,” tambah Ketua KNKT.
Dalam diskusi tersebut juga dipaparkan hasil kajian mengenai pengoperasian sepeda motor pada jalan dengan alinyemen vertikal yang melebihi standar. Kajian menemukan bahwa masih banyak pengendara yang belum memahami teknik berkendara yang tepat pada jalan menanjak, menurun, maupun tikungan tajam. Kurangnya pemahaman mengenai penggunaan rem, pengaturan kecepatan, teknik menikung, penggunaan gigi transmisi, serta distribusi beban kendaraan menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Survei lapangan yang dilakukan pada sejumlah ruas jalan, antara lain di kawasan Cikidang, Gedongsongo, Bromo, dan Prigen–Trawas, menunjukkan adanya risiko kegagalan pengereman pada jalan menurun yang panjang dan curam. Kajian tersebut juga menemukan bahwa sebagian pengguna sepeda motor belum melakukan perawatan sistem pengereman secara memadai. Pada pengujian lapangan, penggunaan rem secara terus-menerus pada jalan menurun menyebabkan peningkatan temperatur sistem pengereman yang berpotensi menurunkan efektivitas rem.
KNKT menilai bahwa peningkatan keselamatan sepeda motor perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan keterampilan pengendara, perawatan kendaraan, penguatan perlengkapan jalan, hingga pengembangan teknologi keselamatan kendaraan. Kajian juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas keselamatan pada ruas jalan dengan karakteristik khusus, termasuk perlengkapan jalan yang memadai dan fasilitas penghentian darurat pada lokasi yang memiliki risiko tinggi.
“Keselamatan jalan merupakan tanggung jawab bersama. pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan masyarakat perlu berkolaborasi untuk membangun sistem keselamatan sepeda motor yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Ketua KNKT.
Melalui forum ini, KNKT berharap berbagai temuan dan rekomendasi yang telah dibahas dapat menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang mampu menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna sepeda motor di Indonesia.