SALING TUKAR LESSON LEARNED PADA KEGIATAN 2ND SOUTH EAST ASIAN TRAFFIC CRASH INVESTIGATION ROUND TABLE MEETING
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjadi tuan rumah penyelenggaraan 2nd South East Asian Traffic Crash Investigation Round Table Meeting yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan lembaga keselamatan transportasi dan peneliti keselamatan jalan dari kawasan Asia Tenggara.
Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dengan KNKT, serta kelanjutan dari diskusi dan kesepakatan yang telah dibangun pada pertemuan regional sebelumnya. Dalam kegiatan ini, KNKT berperan sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator diskusi antarnegara dalam rangka memperkuat kerja sama regional di bidang investigasi dan rekonstruksi kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.
Sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2013 dan Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 102 Tahun 2022, KNKT memiliki mandat untuk melakukan investigasi kecelakaan transportasi dengan tujuan utama mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. Penyelenggaraan forum regional ini sejalan dengan komitmen KNKT dalam mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan best practice antarnegara, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas yang memiliki kompleksitas tinggi dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono dalam sambutannya secara daring pada pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa forum ini memiliki fungsi vital dalam membangun pemahaman bersama dan memperkuat jejaring kerja sama regional. “Forum ini menjadi kesempatan yang berharga bagi negara-negara di kawasan asia tenggara untuk saling bertukar pengalaman yang menjadi lesson learned, yang semoga bisa meningkatkan keselamatan transportasi darat di negara masing-masing.”, tegas Soerjanto.
Pertemuan ini menghadirkan sesi pemaparan studi kasus dari beberapa negara peserta, termasuk Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand, serta penyampaian topik-topik khusus yang relevan dengan perkembangan terkini di bidang investigasi kecelakaan lalu lintas. Diskusi difokuskan pada pembelajaran dari hasil investigasi, tantangan yang dihadapi di masing-masing negara, serta peluang kolaborasi ke depan guna memperkuat kapasitas teknis dan metodologis investigasi kecelakaan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sesi diskusi, para peserta banyak memaparkan pengalaman yang dihadapi oleh lembaga investigasi transportasi dari berbagai negara, yang dalam praktiknya memiliki kemiripan dengan investigasi kecelakaan yang selama ini telah dilakukan oleh KNKT. Pertukaran pengalaman tersebut memperkaya perspektif peserta, khususnya dalam memahami karakteristik kecelakaan lalu lintas di wilayah dengan kondisi geografis, regulasi, maupun sosiokultural tertentu, serta pendekatan investigasi yang diterapkan oleh masing-masing lembaga dalam mengidentifikasi faktor penyebab dan rekomendasi keselamatan.
Salah satu pemaparan yang mendapat perhatian adalah penyampaian studi kasus oleh Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) mengenai kecelakaan bus yang terjadi pada Agustus 2013 di ruas jalan Genting Highland. Studi kasus tersebut menunjukkan kesamaan karakteristik dengan sejumlah kecelakaan yang pernah diinvestigasi oleh KNKT, terutama terkait kondisi jalan di wilayah dataran tinggi dan pegunungan. Kesamaan tersebut mencakup aspek geometrik jalan, tantangan pengendalian kendaraan berat di medan menurun, serta faktor operasional yang berpengaruh terhadap keselamatan dalam perjalanan.
Melalui pemaparan dan diskusi atas studi kasus tersebut, peserta memperoleh banyak pelajaran bernilai yang dapat menjadi bahan pembanding dan pembelajaran bersama. Pengalaman dari lembaga investigasi luar negeri tersebut memberikan masukan yang relevan bagi KNKT dalam memperkaya analisis investigasi, sekaligus memperkuat perumusan rekomendasi keselamatan yang kontekstual dengan kondisi di Indonesia.
Selain sesi presentasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi terbuka yang membahas rencana tindak lanjut dan arah kerja sama ke depan. Diskusi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman bersama mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan secara kolaboratif dalam pengembangan kapasitas investigasi kecelakaan lalu lintas di tingkat regional. Kehadiran Thailand sebagai anggota baru dalam forum ini turut memperkaya perspektif dan memperluas cakupan kerja sama yang telah terbangun sebelumnya.
Dengan penyelenggaraan 2nd South East Asian Traffic Crash Investigation Round Table Meeting ini, KNKT menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam forum-forum regional dan internasional yang berfokus pada peningkatan keselamatan transportasi. KNKT berharap hasil diskusi dan pertukaran pengetahuan dalam kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem investigasi kecelakaan lalu lintas, baik di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.