Loading .. Please wait

KNKT DAN PT KAI GELAR INSPEKSI LINTAS UTARA - SELATAN JELANG ANGKUTAN LEBARAN 2025

Image

JAKARTA – Dalam rangka memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mengikuti kegiatan Inspeksi Lintas Utara dan Selatan menggunakan Kereta Inspeksi (KAIS). Kegiatan ini diselenggarakan oleh  PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama tiga hari, mulai dari Selasa hingga Kamis, 25 hingga 27 Februari 2025.

Dalam kegiatan ini untuk inspeksi lintas utara KNKT diwakilkan oleh Plt. Kasubkom IK Perkeretaapian Gusnaedi Rachmanas dan untuk lintas selatan diwakilkan Investigator Keselamatan Perkeretaapian Wahyu Henny K Sapardi (Jalur Selatan). Turut hadir Direktur Sarana Perkeretaapian DJKA Kemenhub, Direktur Keselamatan Perkeretaapian DJKA Kemenhub, serta Dewan Komisaris dan jajaran Direksi PT KAI. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan operasional, sarana dan prasarana, serta melakukan pembinaan personel frontliner seluruh unit wilayah operasi DAOP 1 s.d. DAOP 9 guna menjamin kesiapan, keselamatan, keamanan dan kelancaran penyelenggaraan angkutan perkeretaapian selama periode Lebaran.

Dalam sambutannya, Plt. Kasubkom IK Perkeretaapian KNKT, Gusnaedi Rachmanas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sektor perkeretaapian, khususnya PT KAI, atas pencapaian budaya keselamatan yang saat ini berada pada level proaktif. Hal ini tercermin dari keterlibatan aktif seluruh lapisan organisasi dalam upaya pencegahan risiko, serta tren penurunan angka kecelakaan kereta api dari tahun ke tahun. Lebih lanjut, persentase tindak lanjut rekomendasi keselamatan KNKT di sektor perkeretaapian hingga saat ini mencapai 88%, menjadi bukti konkret komitmen bersama dalam meningkatkan standar keselamatan.

Gusnaedi juga menekankan pentingnya Safety Risk Management yang merupakan kunci keberhasilan Sistem Manajemen Keselamatan di mana didalamnya termasuk aktivitas berkelanjutan dari siklus proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, dan evaluasi ulang. “Dari 54 kecelakaan yang kami investigasi sejak tahun 2015, banyak hazard-hazard yang tidak teridentifikasi dengan baik sehingga penilaian hingga kontrol risikonya tidak tepat. Kami harap peningkatan kompetensi termasuk pendidikan lapangan (diklap) penyegaran bagi personel tingkat pelaksana baik itu operasi, sarana, maupun prasarana perlu perhatian secara berkelanjutan.” tegasnya.

Selain itu, Gusnaedi turut mengingatkan perlunya perhatian khusus pada daerah rawan longsor, banjir, serta titik pertemuan antara sistem persinyalan elektrik dan mekanik. “Area-area ini memerlukan pemantauan intensif, terutama menjelang musim penghujan yang berpotensi memengaruhi operasi jalur kereta api,” tambahnya.

Pelaksanaan inspeksi persiapan angkutan lebaran ini terbagi dalam dua rute utama. Untuk KAIS Lintas Utara dipimpin oleh Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) berangkat dari Stasiun Gambir kemudian melintasi Stasiun Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Bangil, Jember, Ketapang, Jember, Bangil, Sidoarjo, Mojokerto dan berakhir di Stasiun Surabaya Gubeng. Sementara KAIS Lintas Selatan yang dipimpin oleh Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), rangkaian KAIS Lintas Selatan berangkat dari Stasiun Gambir kemudian melintasi Stasiun Cikampek, Bandung, Cipeundeuy, Banjar, Kroya, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Gundih, Gambringan, Gundih, Solo Balapan, Walikukun, Madiun, Wlingi, Malang, hingga berakhir di Stasiun Surabaya Gubeng. 

KNKT menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT KAI atas komitmennya dalam menyiapkan angkutan Lebaran secara menyeluruh. Persiapan teknis, peningkatan kapasitas layanan, serta evaluasi berkala terhadap standar keselamatan dinilai telah mencapai level proaktif, sesuai dengan budaya keselamatan yang terus dikembangkan oleh perusahaan. 

Dengan inspeksi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menciptakan ekosistem transportasi kereta api yang andal, aman, dan berkeselamatan bagi masyarakat. “Melalui KAIS persiapan Angkutan Lebaran ini, semoga layanan tahun 2025 terselenggara dengan selamat, aman, lancar, dan terkendali.”, tutup Gusnaedi.

Share:

BERITA TERKAIT

Survey